Prince Star
Author : ByunKaNish
Main cast : Oh
Sehun (EXO K)
Oh Hayoung (A-pink)
Other cast : temukan sendiri
Genre : songfict, romance, fantasy, dll
Rating : T
Length : multichapter
Disclaimer : ini ff saya, pernah dipublish di akun ffnet
saya dengan nama saya sendiri (ya iyalah). Pemain disini Cuma saya pinjam
namanya, mereka milik Tuhan YME, Orang tuanya, SMEnt dan CubeEnt dan fans
mereka…
Tak Sendiri,
Tak sendiri, Meskipun perasaan ini tidak memiliki sebuah “jawaban”
Tak Sendiri, Meskipun segala lagu-lagu cinta ini tampak akan menghilang
“Aku adalah sebuah bunga yang mekar untukmu”
Memang benar, Aku tidak sendirian
.
Tak Sendiri, Meskipun segala lagu-lagu cinta ini tampak akan menghilang
“Aku adalah sebuah bunga yang mekar untukmu”
Memang benar, Aku tidak sendirian
.
.
.
Pagi ini, Seoul nampak bersahabat. Cuaca begitu cerah walaupun
musim dingin menerpa ibu kota Korea Selatan ini. orang-orang nampak terlihat
bahagia dengan cuaca yang begitu manis ini. walaupun mereka masih tetap
menggunakan baju musim dingin yang begitu tebal.
Para pelajar diliburkan untuk menikmati musim dingin tahun ini
sekalian merayakan hari natal. Semua orang bersuka cita, anak-anak kecil
berbuat baik untuk mendapatkan hadiah natal mereka dari santa claus. Bahkan ada yang
repot-repot menuliskan surat kepada sinter klaus yang berisi permintaan kecil
mereka.
Musim dingin ini juga membuat banyak kalangan menghabiskan waktu
mereka bermain salju, bersenang-senang di taman bermain, menikmati festival
yang dikhususkan untuk musim salju, menghabiskan waktu di café-café terdekat
sekedar menghangatkan diri. Hampir tiap orang terasa begitu menikmati musim
salju tanpa merasakan hawa dingin yang menusuk.
Tapi, masih ada kata hampir. Yang bisa diartikan tidak
semua atau hanya sebagian. Salah satunya seorang bocah yang begitu tampan,
berkulit seputih susu, dan berwajah datar.
Ia menatap salju dengan pandangan tidak suka. Ia membenci salju.
Ia tidak ingin salju turun. Ia benci kedinginan. Ia merasa, lebih baik badai
hujan daripada salju. Memang terlalu kejam pemikirannya untuk ukuran anak
berumur lima tahun. Namja kecil itu masih berdiri di etalase toko mainan yang
sedang ramai dengan pengunjung. Sepertinya bocah kecil itu sedang menunggu
sesuatu.
“Salju itu indah, ya?”
Namja kecil itu meloncat. Ia kaget mendengar suara yang
tiba-tiba datang. Disebelahnya, yoeja kecil nan manis tengah menatap salju dan
menatap namja kecil itu sambil tersenyum polos. Namja kecil tidak
memperdulikannya. Ia kembali menatap salju yang perlahan turun dengan pandangan
datar.
“Tapi sayang sekali…” yoeja manis itu kembali bercerita. Ia
tidak memperdulikan namja kecil itu tidak memperhatikannya. “Salju menutupi
bintang. Pangeran bintang pasti tengah terlelap hingga ia melupakan untuk
menyalakan lampu pada bintang.”
“Pangeran bintang?” namja kecil itu membuka suara. Ia mulai
penasaran. Merasa diperhatikan, gadis itu melanjutkan ceritanya. “Ia, pangeran bintang!”
ujarnya bersemangat.
“Kata oema, pangeran bintang itu tampan, berkulit seputih susu,
dan ia orang yang ramah.” Namja kecil itu melihat dirinya sendiri. “Ia tinggal
jauh diatas sana, mengurus bintang-bintang yang begitu banyak. Ia baik hati, tetapi
jika musim salju ia akan tertidur, pangeran bintang sedang beristirahat.”
Namja tampan itu tidak berkedip ketika gadis kecil meneteskan
air mata. Entah dimana unsur sedihnya hingga gadis itu menangis.
“Sayang sekali, hiks… aku hiks… tidak bisa hiks… mengirim
suratku kepada pangeran bintang hiks…” gadis itu terisak, sambil memperlihatkan
sebuah amplop berwarna biru. Namja kecil itu dengan segera menghapusnya. Ia
tidak biasa bersikap seperti ini.
“Uljimayo,” namja kecil itu mulai menenangkan, tapi gadis itu
semakin terisak membuat namja kecil itu jadi panik. Tiba-tiba ia mendapat
sebuah ide. “Thudahlah, jangan menangith. Aku akan mengirimkan thuratmu pada
pangeran bintang.”
Gadis itu menoleh. Ia tidak percaya, “Jinja?”
Namja kecil itu mengangguk dengan penuh keyakinan. “tapi dengan
tharat!” namja tampan tapi cadel itu memberikan jari telunjuknya yang ditutupi
kaos tangan warna hitam.
“Apa syaratnya?”
“Kau haruth jadi yoejachinguku.”
Gadis kecil itu kaget. Ia tidak mengerti apa itu ‘yoejachingu’?
Tapi, demi suratnya ia hanya mengangguk. Namja kecil itu tersenyum lebar. “Aku
berjanji akan memberikan thurat ini kepada pangeran bintang.” Janji namja kecil
itu.
“Yaksok!” yoeja kecil itu memberikan jari kelingkingnya
dihadapan namja kecil itu.
“Yakthok!” keduanya tersenyum lebar. Saling menautkan jari
keduanya.
“Hayoung!” panggilan seorang ahjumma merusak suasana romantis
yang terjalin diantara keduanya.
“Oema.”
“Hayoung, ayo pulang!” panggil ahjuma yang ternyata ibu gadis
itu. hayoung menoleh kearah ibunya yang berada di belakangnya dan berpindah
menatap namja kecil itu dengan perasaan kecewa.
“Aku pulang dulu. Cup~” ciuman itu didapat tepat dipipi kiri
namja kecil itu, hal itu membuat namja itu bersemu merah. “Aku pulang dulu!”
yoeja kecil itu melambaikan tangannya kearah namja tampan itu dan berlari
pergi.
Namja kecil itu hanya tersenyum kecil. Kedua tangannya di
masukan kedalam saku celana yang ia pakai. Mengingat kejadian tadi membuatnya
malu. Ia seakan beralih menatap amplop yang baru diberikan gadis itu. membalikan
amplopnya, disana tertulis dari
Oh Hayoung.
‘Hayoung, aku pahti bertemu denganmu lewat bintang. Kau
janjikan?’
Namja kecil itu menatap jalanan yang dilewati gadis kecil yang
diketahui bernama Hayoung.
‘Karena kau permaithuriku di langit nanti. Dan kita berdua akan
menjadi raja dan ratu angkatha’
TBC
Anyeonghaseyo!!!!
Saya author
baru didunia per-ffan. Salam kenal readers semua!!!
ByunKa
imnida!
Saya bawa
pairing HunYoung (Sehun-Hayoung). Berhubung saya shippernya, jadi mumpung ada
ide, kenapa gak bikin aja ff-nya.
Ini baru
prolog doang. Dan rencanya, ini fanfic akan bergenre songfict. Jadi, setiap
chap. Akan ada lagu yang akan menjadi alur dari cerita ini. tapi gak janji sih!

Bagus thor,next chapter ya :)
BalasHapusnemux telat tapi bakalan tetap komen , aku juga hunyoung shipper ...
BalasHapus