PETERPAN
Aku
akan menjadi peterpanmu
Lelaki
yang berhenti ditengah waktu
Author : ByunKaNish
Main
cast : Byun
Baekhyun
Jung EunJi
Other
cast : *entahlah,
cari saja sendiri
Genre : Romance,
songfict
“BYUN
BAEKHYUN! IREOOONAAAAA!”
Teriakan itu begitu
membuat telingaku semakin sakit. Aissh! Mengganggu hari liburku saja!!!
“BAEKHYUUUUUUUN!!”
“APPPAAAA!!!”
Aku tidak sengaja
berteriak karena terpancing. Ini bukan salahku hingga membuat gendang telinga
kalian semua pada rusak. Salahkan saja orang yang berteriak di dekat telingaku.
Dan aku begitu malas untuk membuka mata.
“BAEKHYUN! CEPAT
BANGUN!!”
Hei, apakah hari ini
ada lomba berteriak nasional? Kenapa dari tadi orang ini berteriak terus
menerus. Apakah sedang latihan, ya?
“BAEKHYUN!” bahkan
sekarang orang ini menyingkap selimutku. Ini betul-betul MENGGANGGU TIDUR
PANJANGKU!!!
“Baekhyun, oema akan
hitung sampai tiga. Jika kau tidak bangun, oema pastikan tidak ada susu
strawberry diatas meja makan saat sarapan pagi. Satu… du…”
“Iya, aku bangun!” aku
langsung bangun begitu mendengar ancaman yang begitu menakutkan (bagiku). Susu
strawberry adalah tenagaku untuk menjalani satu hariku. Tanpa ada susu istimewa
tersebut, tubuhku lemas. Disana oema sedang menyeringai senang melihat anaknya
yang begitu tampan ini terpancing dengan ancamannya.
“Bagus. Cepat cuci muka
dan gosok gigi, setelah itu bersihkan loteng” perintah oema. Aku melongo.
Membersihkan loteng yang begitu kotor, menjijikan, dan banyak tikus! IUUUYYHHH…
“Lo-loteng. Oema”
pekikku. Oema terlalu kejam.
“Tidak ada protes Byun.
Wake up.” Untuk kedua kalinya di pagi
ini aku melongo. Sejak kapan oema sok-sokan bahasa Inggris???
peterpan
Aku membersihkan loteng
dengan setengah hati. Oh, mohon di ralat! Maksudku tidak ada sampai setengah
hati aku membersihkan loteng ini. berkali-kali aku menjerit karena melihat
tikus, kecoa, dan serangga-serangga menjijikan yang menepati loteng rumahku.
Untung saja oema tidak mengintipku yang begitu takut dengan binatang-binatang kecil
itu. mau ditaruh dimana mukaku?
Saat aku membersihkan
kaca jendela kecil yang langsung menghadap kejalan besar, seekor kecoa
melintasinya membuatku menjerit dan tanpa kusadari aku kehilangan
keseimbanganku. Hal itu membuat dus-dus yang tadi sudah kutata rapi
berhamburan. Beruntung aku terjatuh di kardus-kardus yang tidak akan membuat
badanku sakit.
PUKK!!!
Sebuah benda jatuh
tepat dikepalaku. Ouch, apa-apaan ini?
Kulihat benda itu
terbuka. Maksudku benda yang tadi kumaksud adalah sebuah buku. Ya… sepertinya
buku harian. Buku itu sudah sangat kusam. Aku menatapnya dengan pandangan
menerawang. Seingatku, aku menulis buku harian pertama kalinya tentang cinta
monyetku. Ah, aniya! Cinta pertamaku!
Aigoo… kenapa wajahku
panas. Kuyakin wajahku sudah memerah. Tanpa sadar aku menutupi wajahku. Ouch,
jangan datang kemari masa lalu. Hush! Hush! Hush! Pergi sana! Pergi kekutub
utara lalu membeku disana dan jadi fosil yang abadi sana. Pergi!!!
SRETT!!!
Terdengar kertas yang
seperti terbuka. Karena penasaran kumengintip dari balik jari-jari lentik
milikku. Disana ada sebuah gambar yang membuat darahku berdesir hebat.
Jantungku berdetak kencang. Dengan perlahan kuambil buku diari itu dan melihat
gambar yang kubuat sepuluh tahun yang lalu.
Kertas buku harian itu
sudah berwarna kekuningan dan sangat lusuh. Mungkin karena sudah dimakan waktu.
Aku menyapukan tanganku menatap gambar yang kubuat 10 tahun yang lalu. Masih
baik dan… cantik!
Ugh! Aku ingin kembali
ke masa lalu. Sialnya, aku tidak bisa memutar kembali waktu.
Kubuka halaman
selanjutnya. Aku jadi ingin menangis membacanya. T_T
7
mei, 2002
Ini
buku harian pertama yang aku punya. Senang sekali mendapatkannya dari orang
yang kusuka. Aku akan menjaganya karena ini hadiah yang sangat berharga
untukku.
Namanya
Jung Hyerim. Orang yang paling kusukai didunia ini. Hyerim sangat manis dan
cantik. Poni ratanya itu membuatnya imut. Wajah polos dan suara merdu miliknya
membuatku ingin tersenyum sendiri jika mengingatnya.
Aku
seperti orang gila, ya?
Itu
karena Jung Hyerim. Yang sering kupanggil ‘EunJi’
Entah
darimana aku memanggilnya Eunji. Yang terpenting ia dan aku bisa menjadi teman
yang dekat.
Tertanda
Byun
Baekhyun ‘yang sedang jatuh cinta’
Aku memerah.
Sekecil itu aku bisa
mengucapkan kata cinta dengan mudah. Ouch! Aku malu!!!
Aku memposisikan diriku
duduk di dekat jendela loteng. Aku tahu loteng belum bersih. Mana berani aku
turun dan mendengar suara melengking milik oema.
Kubuka halaman
selanjutnya. Aku sudah tidak ingat apa yang kutulis. Semoga saja halaman
selanjutnya tidak memalukan.
21
juli, 2002
Hari
ini adalah pengalaman yang menegangkan. Aku yang bocah bisa mengalahkan
anak-anak berandalan. Keren sekali diriku ini! tapi tetap saja taruhannya
adalah wajah tampanku yang sekarang mulai bonyok.
aku
memang anak kecil terbodoh menurutku.
Mana
ada anak kecil yang berani bertarung dengan lelaki yang lebih besar dari
kakaknya. Aku bodoh karena Eunji.
Dia
diganggu, dan aku hanya membelanya. Tapi orang dewasa itu kasar dengan anak kecil sepertiku. Ia memukulku
hingga hidungku berdarah. Itu membuat Eunji menangis. dia jelek jika menangis.
Lalu
Eunji membawaku kerumahnya dan Jung ahjuma mengobatiku. Eunji terlihat
marah-marah karena aku nekat. Aku tahu dia khawatir padaku yang kecil ini. hal
itu yang selalu kusuka dari Eunji.
Tertanda
Byun
Baekhyun ‘yang nekat karena Eunji’
Aku ingin tertawa
mengingat bagaimana saat itu. saat aku menolongnya. Idiot sekali aku. Itulah
yang kumaksud dengan cinta. Terlalu buta!
Aku memegang pipiku
yang sudah mulus. Kenangan yang manis. Kupeluk diaryku ini. mendekapnya.
Seolah-olah orang yang daritadi kuceritakan ini tengah kupeluk. Tak lupa aku
menutup mata untuk menambah fantasi liarku.
Setelah puas
‘bermesraan’ dengan buku diaryku ini, aku melanjutkan membacanya. Mungkin
mengingat masa lalu pada waktu liburan tidak apa-apa donk!
19
agustus 2002
Ulang
tahun Eunji kemarin meriah sekali. aku diundangnya. Ia bahkan memberikannya
langsung padaku. Manis sekali. Aku merasa semakin percaya diri untuk menyatakan
perasaanku.
Kemarin
aku melakukan hal yang bodoh.
Setelah
memberikannya ucapan selamat, aku sudah punya rencana untuk menyatakan
perasaanku. Aku juga sudah berlatih sangat keras didepan kaca. Tapi perbedaanya
berbeda saat didepan orang yang kau tuju.
Aku
mati rasa. Aku tahu tanganku sudah dingin. Ia menatapku dengan bingung. Aku
juga bingung. Dengan cepat aku bilang aku menyukainya sejak Eunji menjadi orang
pertama yang memberikan ucapan selamat ulang tahun untukku. Dan ia juga sempat
memberikanku hadiah ini.
Saking
gugupnya aku mencium bibirnya dan pulang begitu saja. Aku malu dan semakin malu
saat bertatap muka dengan Eunji tadi pagi.
Tertanda
Byun
Baekhyun ‘yang pemalu’
Ya Tuhan! Betulkah aku
menyatakan perasaan padanya. Memalukan!!!
Kujedotkan kepalaku
beberapa kali kekaca jendela. Sumpah! Aku tidak sadar akan hal itu. dengan
perasaan malu kubuka halaman selanjutnya.
30
agustus, 2002
Aku
sudah berbaikan dengan Eunji. Dia masih ramah seperti biasanya. Dan ia
melupakan kejadian saat ulang tahunnya kemarin.
Aku
dan dia menghabiskan waktu di perpustakaan sekolah. Kami hanya iseng saja.
Membuka buku bacaan yang menurutku tidak menarik.
Eunji
membaca buku berjudul Cinderella. Apa bagusnya buku seperti itu? Aku tidak
mengerti jalan pikiran perempuan. Ia selalu menyebutkan Cinderella sangat
cantik, baik, dan sangat tulus.
Setelah
membaca buku Cinderella, ia mengambil buku berjudul PETERPAN. Aku menyukai
cerita itu. kami membacanya bersama. Aku selalu menggumamkan jika Neverland
adalah negeri terbaik yang pernah ada. Karena anak kecil tidak membutuhkan untuk
menjadi dewasa.
Eunji
juga bilang jika Wendy juga terlihat cantik. Tapi menurutku Eunji lebih cantik
dari Cinderella ataupun Wendy.
Dan
ada janji bodoh yang kulakukan pada Eunji.
Waktu
itu aku mengatakan pada Eunji :
“Kita
akan terbang bersama Tinkerbell. Dan aku akan meneemui dirimu di Neverland. Ditempat
itu, dimana kita bisa kembali saling memandang dan tersenyum. Aku
akan menjadi Peterpanmu, anak kecil yang
berhenti ditengah waktu.”
Dan
ia hanya mengangguk dan tersenyum antusias.
Tertanda
Byun
Baekhyun ‘yang penuh keromantisan’
Aku tersenyum. Wow! Aku
sangat romantis. Semoga saja aku mengalahkan tuan Park itu atau kalau tidak
Luhan hyung.
Peterpan adalah dongeng
yang menjadi saksi kita berdua bukan? Dimana bisa aku membuat janji yang sangat
aneh untuk kutepati.
Bagaimana aku terbang dengan tinkerbell yang sekecil itu?
Lalu, aku juga tidak
punya peta untuk pergi ke Neverland.
Peterpan? Mungkin itu
adalah salah satu janji yang bisa kutepati. Tapi dimana aku bisa menemuinya?
Dengan nafas tertahan,
aku membuka halaman selanjutnya. Halaman terakhir. Mungkin ini akan menjadi
halaman yang menyedihkan.
1
januari 2003
Natal
dan tahun baru tidak menyenangkan tanpa Eunji. Ia pindah ke Busan. Neneknya
sedang sakit dan keluarga Eunji sedang dibutuhkan untuk kesembuhan neneknya.
Aku
benci Eunji pergi. Ia menangis saat berpamitan padaku malam natal kemarin.
Eunji juga menyempatkan membelikanku sebuah ukiran kayu yang bertuliskan :
“Eunji
dan Baekhyun akan selalu menjadi Wendy dan Peterpan”
Ia
menerimaku untuk memanggilnya Eunji. Walaupun dari dulu Eunji tidak keberatan
jika aku memanggilnya bukan dengan nama aslinya.
Setelah
memberi benda berharga itu aku ikut menangis dan kami saling berpelukan. Aku
tidak ingin ditinggal Eunji. Aku mengurung diri dikamar. Eunji pergi. Aku
selalu menangis jika melihat foto kami berdua ataupun ukiran yang diberikan
Eunji selalu membuatku menangis.
Aku
cengeng!
Tertanda
Byun
Baekhyun ‘yang cengeng’
Aku tersentak.
Seingatku tadi saat membersihkan kardus ada ukiran yang terjatuh. Dengan segera
kubongkar kardus-kardus itu. tidak peduli jika kardus-kardus itu menjadi lebih
berantakan lagi.
Ketemu!
Ukirannya tidak
berubah. Masih bagus walau terlihat kusam. Aku mengambil buku diaryku dan
membawa ukiran ini turun.
Loteng? Lupakan! Aku
sudah tidak peduli.
Saat dibawah, aku
melihat oema tengah menatap televisi yang sedang menampilkan acara musik.
Ujjeom geurido babo gateunji
Subaek beoneul nunchil jwodo
Nae mameul molla neon
Nan hangsang ireonde
Ujjeom geuri mollayo
Hampir saja kulewati
jika aku tidak mendengar suara khas yang sering kudengar sejak kecil walau agak
berbeda. Kupalingkan kepalaku menghadap acara yang sedang ditampilkan. Dan
mulutku melongo.
Itu Eunji!
Dia member girlgroup itu. aku masih terpaku saat
oema memanggilku. “Baekhyun, lihatlah! Itu Hyerim. Masih cantik seperti biasa
ya.”
“Eunji! Itu Eunji
oema!!!! Dia debut duluan dari aku! Dia curang~” jeritku seperti kesetanan.
Oema menatapku yang bersikap autis. Aku melompat-lompat sambil menunjuk-nunjuk
ketelevisi yang masih memajang group yang bernama A-Pink ini.
“Hei, stop Baekhyun!”
oema mulai kesal melihat tingkahku. Karena kesal ia mengganti channel dan
membuatku mendesah. Dengan kekuatan angin (?) aku merebut remote dan mengganti
dengan siaran yang tadi.
Aku bisa melihat Eunji.
Dia didepan televisi. Cantik sekali!
“BAEKHYUN!! Kamu bau.
MANDI SANA!!!”
Ouch, aku melupakan
orang tuaku ini.
peterpan
One
years later…
Aku sudah debut!
Aku menyukai groupku.
EXO namanya. Keren kan! Hal-hal yang menyenangkan selalu terjadi diantara kita
semua. Diantara kita berdua belas (walaupun sekarang terbagi menjadi dua).
Dan disinilah
keuntungan yang bisa kudapat. Aku bisa bertemu Eunji disela-sela kegiatan yang
sangat menyibukan. Oema bahkan menelfon berkali-kali untuk menyampaikan
salamnya kepada Eunji.
Aku sih mau-mau saja.
Yang paling susah sih menemuinya. Menemui Eunji yang sama-sama super sibuk.
Dan peristiwa yang
membuatku dapat bersua pandang dengan Eunji adalah saat kami berdua bertabrakan.
Aneh dan terlalu biasa.
Padahal aku sudah
berfantasi liar jika hal yang paling sampai dikepalaku adalah ; Eunji
terpeleset dan aku menahannya dengan sentuhan yang sangat romantis. Bunga-bunga
mawar berjatuhan untuk menambah kesan romantis.
Oh, itu juga sama-sama
sangat biasa dan menjijikan.
Aku masih ingat
perkataannya saat memanggilku. “Baekhyun!” dengan nada yang terdengar sangat
shock membuatku hanya mengulum senyum.
“Hai, Eunji!” sapaku.
Tanpa malu ia memelukku. Untung saja disekitar TKP sedang sepi.
“Aku merindukanmu,
hiks.” Ia menangis.
“Jangan menangis. Kau
jelek tauk jika menangis. Oema nitip salam,” ujarku lugas dan melepaskan
rengkuhan kami. Walaupun sebenarnya, aku tidak rela.
“Saranghae!”
“Eh…”
Wajahnya memerah.
Mungkin karena tangisan dan menahan malu. Aku mengulum senyum tipis. “Aku juga
mencintaimu Eunji-ya! Dan terima kasih karena kau memakai nama Eunji untuk name stage-mu. Aku tersanjung sekali.”
Kami berpelukan.
Melepaskan rindu dan perasaan yang telah tersimpan lama.
peterpan
Peterpan!
Lagu yang manis yang
berada di album XOXO. Dan menjadi lagu favoriteku. Mungkin karena lirik dari
lagu itu sama persis seperti alur dalam hidupku.
Dan aku sudah menepati
janjiku. Menjadi Peterpan untuk Eunji. Dan aku juga berterimakasih untuk Peterpan
yang berada dinegeri Neverland itu. semoga saja kau bahagia dengan Wendymu.
Karena aku juga bahagia
dengan Wendi’ku’
Terbang
bersama Tinkerbell akan ku temui dirimu di Neverland bersama semua kenangan ini
Ditempat itu, dimana kita bisa kembali saling memandang dan tersenyum
Aku akan menjadi Peterpanmu, Lelaki yang berhenti ditengah waktu
Aku akan selalu bersamamu dan selalu mencintaimu, meski canggung kadang menyapaku
Ditempat itu, dimana kita bisa kembali saling memandang dan tersenyum
Aku akan menjadi Peterpanmu, Lelaki yang berhenti ditengah waktu
Aku akan selalu bersamamu dan selalu mencintaimu, meski canggung kadang menyapaku
END
Hahaha~
Fanfic
apaan nih. Kesambet apa bikin EXOPINK (BaekJi lagi). Ini udah proyek lama.
Makasih jika ada yang comment!